Hari ini Mandah cuman mau share cerpen jelek mungkin yah... ini cerpen Mandah share di facebook dulu waktu SD, waktu masih awal-awal facebook masihbelum terkenal, cerita jadul yang mungkin jelek banget hahaha...
Kali ini awan putih, terang mencolok di tengah langit biru memamerkan bentuknya yang beragam, tak sadar ia diperhatikan. Seorang gadis kecil duduk menyendiri, pandangannya tak lepas dari
beberapa awan putih yang bergerak perlahan, kakinya menghentak lambat
senandungkan lagu tak dikenal.
"Apa yang sedang kau perhatikan?" aku bertanya pelan dan akhirnya mengikuti arah pandangan gadis itu.
"Aku kuatir kau akan menganggapku lucu." jawabnya masih memandang awan itu. Entah awan yang mana.
"Tidak kok, awan-awan itu memang indah..." aku meyakinkanya, akhirnya ia mematapku dengan ekspresi datar, tatapannya dingin namun tak tampak keraguan pada sorot matanya.
"Jangan meyebut awan itu indah, mereka hanya sekumpulan pembohong." gadis itu memandang mataku, mungkinkah ia mencoba membaca pikiranku? aku diam saja. Tak berniat untuk mengajukan pertanyaan.
"Awan itu, membuat kakakku mati." pandangannya kembali ke arah awan-awan yang telah beranjak. aku tercengang mendengar kata kejam itu keluar dari bibir gadis kecil dihadapanku.
"Apa yang sedang kau perhatikan?" aku bertanya pelan dan akhirnya mengikuti arah pandangan gadis itu.
"Aku kuatir kau akan menganggapku lucu." jawabnya masih memandang awan itu. Entah awan yang mana.
"Tidak kok, awan-awan itu memang indah..." aku meyakinkanya, akhirnya ia mematapku dengan ekspresi datar, tatapannya dingin namun tak tampak keraguan pada sorot matanya.
"Jangan meyebut awan itu indah, mereka hanya sekumpulan pembohong." gadis itu memandang mataku, mungkinkah ia mencoba membaca pikiranku? aku diam saja. Tak berniat untuk mengajukan pertanyaan.
"Awan itu, membuat kakakku mati." pandangannya kembali ke arah awan-awan yang telah beranjak. aku tercengang mendengar kata kejam itu keluar dari bibir gadis kecil dihadapanku.











