Jumat, 11 Januari 2013

Jalan, Pilihan,Tujuan dan Angan-angan

Semakin jauh kita melangkah, jalan itu mulai tampak bercabang.
keluar dari persembunyian, menampakkan diri datang dengan sejumlah pertanyaan, pilihan dan angan-angan. 

Memilih satu meninggalkan lainnya, benar atau salah akan mengukir kisah selanjutnya. memakan waktu yang tersisa.

Masa lalu belum sepenuhnya menghilang, namun masa depan telah diam-diam menghadang. Tak ada banyak waktu untuk mengukir penyesalan. Semuanya begitu percuma. 

Setiap jiwa ingin menghidupkan pelita besar di ujung jalannya. itulah sebuah tujuan dari jalanan panjang tanpa penerang, yang menerka pilihan bermodal impian. 

Kerikil kecil mulai tersingkirkan, terkucilkan di seluk beluk jalan bebatuan. apa yang menanti kelak? setiap raga menyadari akan bahaya. 

Memilih berhenti pasti akan tersingkirkan. Tersingkingkan oleh jiwa kerdil baru  yang terasah perkembangan zaman. Tak ada kesendirian, persaingan akan terus hadir bak tokoh panggung opera, hingga sumbu pelita di sudut jalan itu menyala. 

Bahkan bisikan kecil pun mulai mengikis pertahanan hati, karena jalan lurus akan kembali bercabang dan waktu terus berjalan, seakan takut untuk bertahan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar